Selasa, 09 Desember 2014

Rindu dan pulang

Suara parau di ujung telpon sana bergeming semakin membising dan tanpa sadar aku meluluhkan air mataku, semakin suara itu bergeming semakin deras air mata jatuh sampai pandanganku tak nampak begitu jelas

aku rindu dan ingin pulang...


Rindu sekali rasanya, seperti lama tak jumpa. Seperti aku tak mau kehilangan waktu dan akan menyesalinya, semoga tak ada pertanda buruk. Tidak, aku percaya tuhan akan selalu memberi kabar baik. Mungkin tak baik untukku tapi mungkin saja baik untuknya.

Aku rindu pa,

iya rindu dengan suara riangmu, rindu dengan omelan khasmu ketika aku pulang larut. Kini putri kecilmu sudah bertumbuh besar. sudah tidak bisa seenak dirimu menggendongku seperti 15 tahun silam.

Cepet sembuh ya pa,

Aku selalu baca kutipan yang ku buat sendiri, yang ku tempel didinding ujung cermin yang paling ku benci adalah ketika aku beranjak dewasa maka orangtuaku bertambah tua. Can you still holding my hand? forever?

miss you so bad, pap. miss you most.
kalian semangatku, kalian moodboster ever 


Tidak ada komentar: