Tidak ada paksaan untuk merasakannya, tidak ada hasrat untuk
merasakannya jika tau sisi perih dari bagiannya. Akupun tak ingin, namun semua
telah diatur sedemikian rupa agar semua dapat merasakannya dan tidak dapat
menolak atau tidak dapat merasakannya.
Aku tak ahli untuk melabuhkan perahu kecilku untuk bersandar
dengan sempurna, selalu ada yang menerpa dan sesekali menghancurkan sebagian
dari kapal tersebut. Entah angin, ombak bahkan badai sekalipun. Walaupun begitu
ia masih tegak berdiri dengan sebagian darinya hancur.
Suatu ketika perahuku terkoyak ombak. Tak henti ia
kesana-kemari mengikuti irama ombak yang menerpa. Saat itu juga ada sekelompok
nelayan menghampiri dan menggenggam erat parahuku, meraka bawa aku ke tepi dan
dikaitkan dengan seutas tali yang membuatku tak terkoyak bahkan hilang dibawa
ombak ganas itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar