Selasa, 15 Januari 2013

Abakadabra


Ini emang postingannya telat banget nge post haha :p
Tahun baru… ku fikir tahun baru kali ini akan sama dengan tahun baru yang lalu. Tahun lalu aku mempersiapkan diri hanya untuk melihat kembang api berwarna-warni itu menari-nari diangkasa. Setelah mata tak mampu menjangkaunya lagi akupun beranjak untuk memasuki alam mimpi.

Kali ini tahun baru yang kurasakan berbeda ya, sangat berbeda. 
Aku melewatinya tidak bersama mama, papa, kakak, bahkan pacar sekalipun. Sesaat awan sendu menyelimuti tubuhku menjelang detik-detik pergantian tahun kali ini. 
Entah mereka sedang apa disana. Apakah mereka bahagia? Atau mereka pun merasakan awan sendu sama sepertiku. Membayangkan wajah mereka saat malam pergantian tahun kemarin tak sadar aku membiarkan mataku berkaca-kaca. 
Sesaatku membutuhkan mereka dengan tiba-tiba, aku ingin memeluk dan berkata selamat tahun baru untuk mereka. Hanya untuk mereka.
Seketika tuhan membangunkan dari lamunan mengingatkanku aku disini untuk memperjuangkan tanggung jawab dan kepercayaan yang telah mereka berikan padaku. Sejauh ini aku sadar mereka anggap aku mampu untuk melewati ini semua. 

Jumat, 04 Januari 2013

perahuku


Tidak ada paksaan untuk merasakannya, tidak ada hasrat untuk merasakannya jika tau sisi perih dari bagiannya. Akupun tak ingin, namun semua telah diatur sedemikian rupa agar semua dapat merasakannya dan tidak dapat menolak atau tidak dapat merasakannya.

Aku tak ahli untuk melabuhkan perahu kecilku untuk bersandar dengan sempurna, selalu ada yang menerpa dan sesekali menghancurkan sebagian dari kapal tersebut. Entah angin, ombak bahkan badai sekalipun. Walaupun begitu ia masih tegak berdiri dengan sebagian darinya hancur.

Suatu ketika perahuku terkoyak ombak. Tak henti ia kesana-kemari mengikuti irama ombak yang menerpa. Saat itu juga ada sekelompok nelayan menghampiri dan menggenggam erat parahuku, meraka bawa aku ke tepi dan dikaitkan dengan seutas tali yang membuatku tak terkoyak bahkan hilang dibawa ombak ganas itu.