Satu hari di satu kampung di mojosongo, solo.
Suara derap langkahku yang terdengar langsung menyita
perhatian mereka. Mereka menyambutku dengan senyuman dan pelukan hangat dari seorang peri kecil yang bayangnya selalu melekat disisi fikiranku.
Langkahku didampingi tangan kecil mereka menuju surau kecil diujung
gundukan jalanan kami ini.
Suara bising yang sangat aku suka saat aku memasuki
surau itu.
Mereka selalu mengingatkan bahwa ada mereka yang harus aku temui dan
aku berikan dongeng tentang puteri-puteri masa lalu.
Saat menginjakkan teras surau aku disambut dengan banyak
buku yang mengantre untuk kembali ku baca.
Tak bosan mereka mendengarkan
kicauanku tentang puteri yang kini ku hafal benar bagaimana alur dan tujuan
dongeng itu.
Hingga aku hafal puteri mana yang menjadi idola mereka hihihihi..
ini yang menjadi canduku untuk terus kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar