Selasa, 04 Desember 2012

Tentang puterimu yang membuatku candu


Satu hari di satu kampung di mojosongo, solo.

Suara derap langkahku yang terdengar langsung menyita perhatian mereka. Mereka menyambutku dengan senyuman dan pelukan hangat dari seorang peri kecil yang bayangnya selalu melekat disisi fikiranku.

Langkahku didampingi tangan kecil mereka menuju surau kecil diujung gundukan jalanan kami ini. 
Suara bising yang sangat aku suka saat aku memasuki surau itu. 
Mereka selalu mengingatkan bahwa ada mereka yang harus aku temui dan aku berikan dongeng tentang puteri-puteri masa lalu.

Saat menginjakkan teras surau aku disambut dengan banyak buku yang mengantre untuk kembali ku baca.
 Tak bosan mereka mendengarkan kicauanku tentang puteri yang kini ku hafal benar bagaimana alur dan tujuan dongeng itu.
 Hingga aku hafal puteri mana yang menjadi idola mereka hihihihi.. ini yang menjadi canduku untuk terus kembali.

Tidak ada komentar: