Selasa, 27 November 2012

Rindu, i love you

Tulus - Teman hidup



dengar, resapi dan dengan rindu yang sesakkan dada dan disaat itu pula aku ingin segera memeluk kekasihku. memeluknya dengan erat, menumpahkan semua rasa rindu yang ada. memberitahunya betapa sakitnya menahan rindu betapa sesaknya menahan rindu dan betapa aku merindukannya..

setiap senja mulai menyapaku dan malam menampakkan wujudnya disitulah dimana rindu selalu datang, selalu menyapaku dengan keras. aku tak tau mengapa rindu itu selalu bersahabat dengan malam.
mungkin sibuknya aku diwaktu siang melupakan sejenak rindu yang terus menggangguku yang terus memanggil dan mengajak bermain bersamanya.
saat malam aku selalu terlarut dalam rindu.
saat malam aku menumpahkan semua apa yang aku rasa. karena senja selalu mengingatkanku ada rindu yang menunggu untuk bermain bersamaku. rinduku tidak main-main tapi ia selalu mengajakku masuk didalam permainannya.

awalnya aku menikmatinya sangat menikmati hingga aku melupakan waktu.
aku selalu asik bermain bersamanya.
kurasa kini terlalu sesak untuk itu. kurasa ini sudah waktunya untuk menuangkan kedalam wadah yang seharusnya.
kurasa aku harus mengkosongkan ruang ini untuk kembali ditukar dengan yang lain. saat rindu mengetuk pintu kamarku, tak ada alasan untuk aku tidak membukanya.
kaki ini selalu bergerak cepat untuk membukanya.
dengan lirih aku selalu berdendang dengannya. bercanda tawa sampai aku terlelap memasuki dunia baruku.
ia selalu mengecupku saat aku mulai beranjak mengisi hari-hariku.
rindu, i love u..



Tidak ada komentar: